Dalam industri sepatu, proses produksi bukan hanya tentang merakit bahan menjadi alas kaki siap pakai. Proses produksi sepatu memiliki tahapan yang cukup panjang mulai dari cutting, stitching, outsole production, insole production, stockfitting, dan assembly. Tahapan tersebut membutuhkan ketelitian, mesin khusus, serta dukungan sistem pneumatic & hydraulic untuk memastikan hasil maksimal.
Artikel ini akan mengupas arti dan fungsi tiap proses produksi sepatu secara lebih lengkap.
Fungsi Tiap Proses Produksi Sepatu
- 1. Cutting Sepatu
Tahapan pertama dalam produksi sepatu adalah cutting. Cutting berarti proses pemotongan bahan baku sebelum dibentuk menjadi upper sepatu. Bahan baku yang digunakan umumnya berupa kain, kulit (leather), dan karet. Bahan-bahan tersebut dipotong membentuk pola-pola (cardsboard patterns) yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam tahapan cutting sepatu, peralatan yang digunakan adalah mesin potong (cutting machine) dan alat potong yang disebut dengan cutting dies yang bentuk dan ukurannya telah dibuat sesuai dengan pola-pola potongan yang akan dikerjakan.
- 2. Stitching / Sewing
Setelah bahan baku sudah dipotong sesuai pola, tahapan selanjutnya adalah stitching atau penjahitan untuk kemudian dibentuk menjadi bagian upper sepatu. Proses stitching cukup banyak memakan waktu karena tingkat kesulitannya serta dibutuhkan ketelitian yang tinggi. Di tahap ini potongan pola dijahit satu persatu sehingga membentuk upper sepatu yang selanjutnya disatukan di proses perakitan.
Dalam perkembangannya, untuk proses penjahitan, digunakan juga teknik lain selain stitching yaitu nosew. Nosew adalah proses alternatif dari stitching, yaitu menyatukan bagian sepatu tanpa dijahit, umumnya menggunakan mesin press lem. Proses ini lebih banyak digunakan untuk produksi sepatu olahraga. Sementara stitching biasanya digunakan dalam produksi sepatu formal atau sepatu kulit.
- 3. Outsole Production
Tahapan selanjutnya adalah pembuatan outsole. Outsole merupakan bagian terbawah dari sepatu yang bersentuhan dengan tanah. Karakteristik outsole yang baik antara lain: cengkeraman (grip), daya tahan, dan tahan air. Untuk sebuah sepatu, bahan yang digunakan pada outsole biasanya merupakan gabungan dari beberapa bahan yang disesuaikan dengan model,warna dan fungsi yang diinginkan. Di antaranya bahan-bahan berbasis plastik, karet/rubber, sponge. Masing masing jenis bahan tersebut juga bervariasi. Misalnya untuk plastic ada jenis TPR, TPU dll.
- 4. Insole production
Jika outsole adalah bagian terbawah dari sepatu, maka insole merupakan bagian dalam sepatu, tepatnya berada di bawah kaki. Bahan yang dipakai untuk insole sangat menentukan kenyamanan saat kita mengenakan sepatu.
- 5. Stockfitting
Beberapa jenis outsole bisa langsung digunakan pada proses Assembling, walaupun ada juga beberapa jenis bottom yang harus melalui proses stockfitting. Stockfitting adalah tahap di mana bagian midsole disatukan dengan bagian bawah (outsole) sampai terbentuk menjadi bottom sepatu.
Proses ini bisa menggunakan lem, jahitan, maupun mesin press. Midsole yang berbahan dasar phylon akan digabungkan dengan outsole yang berbahan dasar karet (rubbersole) dengan cara mengelem/cementing.
- 6. Assembly
Pada bagian inilah perakitan sepatu dikerjakan. Bagian-bagian sepatu yang masih berupa upper dan bottom digabungkan hingga menjadi bentuk sepatu. Bagian upper yang diproduksi dari divisi stitching process sebelumnya dan bagian bottom yang diproduksi di divisi stockfit dirakit dalam proses ini sampai membentuk sepasang sepatu.
Aplikasi Produk Rafitama untuk Mesin Sepatu
Di dalam sebuah mesin pembuatan sepatu, terdapat sejumlah komponen yang tersedia di PT Rafitama Millenial Wahyudi. Berikut di antaranya:
01
Pneumatic Cylinder
Mesin cutting sepatu menggunakan pneumatic cylinder untuk menggerakkan bagian mesin secara otomatis (tekan-tarik) dan memastikan tekanan tetap stabil saat memotong.
02
Hydraulic Cylinder
Selain pneumatic cylinder, mesin pembuat sepatu juga membutuhkan hydraulic cylinder untuk kebutuhan tekanan tinggi di proses seperti moulding outsole atau pressing.
03
FRL Unit (Filter, Regulator, Lubricator)
Berfungsi untuk menyaring, mengatur tekanan, dan melumasi udara pada sistem pneumatic
04
Hydraulic Power Unit (Kiri tengah, biru)
Fungsinya sebagai sumber tenaga untuk sistem hydraulic di mesin pembuatan sepatu.
05
Solenoid Valve, Fitting, Sensor, dan Komponen Pneumatic
Berfungsi untuk mengontrol arah dan aliran udara dalam sistem pneumatic
Kesimpulan
Memahami tiap tahapan proses produksi sepatu — mulai dari cutting hingga stockfitting — tidak hanya penting untuk pelaku industri, tapi juga bagi pemilik pabrik yang ingin meningkatkan efisiensi mesin.
Dengan dukungan komponen pneumatic dan hydraulic berkualitas dari Rafitama, proses produksi sepatu bisa berjalan lebih lancar, presisi, dan minim downtime.
Butuh konsultasi tentang produk pneumatic/hydraulic untuk produksi maupun operasional pabrik? Hubungi tim kami sekarang di sini atau lihat katalog produk selengkapnya di sini.